Senin, 02 Oktober 2017

Resume perkuliahan tanggal 28 September 2017 mata kuliah Pendidikan Nasional

Resume perkuliahan tanggal 28 September 2017 mata kuliah Pendidikan Nasional, Dosen Pengampu perkuliahan Bambang Saptono, M.Pd

Pendidikan, hmmm mungkin sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Melewati perkuliahan ini aku sungguh antusias untuk mengetahui bagaimana pendidikan di Indonesia ini. Sebelumnya, terima kasih kepada bangsa Eropa yang telah memperkenalkan pendidikan di Indonesia, walaupun dulu hanya kaum bangsawan saja yang boleh mendapatkannya.
Pendidikan tidak dapat lepas dari yang namanya sejarah. Sejarah itu penentu masa depan. Apa yang kita lakukan kemarin, apa yang kita lakukan hari ini, akan menjadi penentu seperti apa masa depan yang akan kita temui. Seperti halnya kurikulum. Sejarah mencatat bahwa sudah beberapa kali Indonesia berganti sistem kurikulum, dari mulai CBSA (Kurikulum Berbasis Siswa Aktif), KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), dan sekarang Kurikulum 2013. Hal itu dilakukan karena untuk memperbaiki pendidikan yang seharusnya terjadi di Indonesia.
Jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, orang tua kebanyakan menyekolahkan anaknya walaupun sampai di carikan hutangan agar anak itu dapat sekolah. Lha emang tidak boleh kah? Boleh, boleh banget. Tapi itu harus diimbangi dengan penerapan nilai-nilai kepribadian dalam diri anak. Tapi kan sudah tanggung jawab guru untuk menamkan kepribadian anak? Tidak! Pola asuh orang tua mempengaruhi kepribadian anak. Orang tua beranggapan bahwa tugas mereka adalah mencari uang, sedangkan tugas anaknya adalah belajar. Terkadang, kondisi yang mencengangkan adalah anak tidak mau tahu bagaimana kerja keras sang orang tua dalam mencari nafkah. Ini akan berakibat membesarnya ego anak.
Goal pendidikan sebenarnya adalah membentuk kemampuan dan kepribadian. Orang tua rela mengeluarkan berapa banyak biaya hanya untuk membekali kemampuan anaknya. Misalnya dengan les privat, kursus, sekolah, dan lain sebagainya. Tetapi, kalau misalnya orang tua diminta untuk mengeluarkan uang dalam rangka membayar SPP pengajian TPA, apakah mereka ada yang keberatan?

Pendidikan yang paling pertama dan utama adalah keluarga. Maka, jangan sampai gagal dalam menamkan pendidikan di lingkungan rumah, terutama menyangkut dengan kemampuan dan kepribadian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar