Resume
perkuliahan tanggal 28 September 2017 mata kuliah Pendidikan Nasional, Dosen
Pengampu perkuliahan Bambang Saptono, M.Pd
Pendidikan, hmmm
mungkin sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Melewati perkuliahan
ini aku sungguh antusias untuk mengetahui bagaimana pendidikan di Indonesia
ini. Sebelumnya, terima kasih kepada bangsa Eropa yang telah memperkenalkan
pendidikan di Indonesia, walaupun dulu hanya kaum bangsawan saja yang boleh
mendapatkannya.
Pendidikan tidak dapat
lepas dari yang namanya sejarah. Sejarah itu penentu masa depan. Apa yang kita
lakukan kemarin, apa yang kita lakukan hari ini, akan menjadi penentu seperti
apa masa depan yang akan kita temui. Seperti halnya kurikulum. Sejarah mencatat
bahwa sudah beberapa kali Indonesia berganti sistem kurikulum, dari mulai CBSA
(Kurikulum Berbasis Siswa Aktif), KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), KTSP
(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), dan sekarang Kurikulum 2013. Hal itu
dilakukan karena untuk memperbaiki pendidikan yang seharusnya terjadi di
Indonesia.
Jika kita melihat dari
sudut pandang yang berbeda, orang tua kebanyakan menyekolahkan anaknya walaupun
sampai di carikan hutangan agar anak itu dapat sekolah. Lha emang tidak boleh kah? Boleh, boleh banget. Tapi itu harus
diimbangi dengan penerapan nilai-nilai kepribadian dalam diri anak. Tapi kan sudah tanggung jawab guru untuk
menamkan kepribadian anak? Tidak! Pola asuh orang tua mempengaruhi
kepribadian anak. Orang tua beranggapan bahwa tugas mereka adalah mencari uang,
sedangkan tugas anaknya adalah belajar. Terkadang, kondisi yang mencengangkan
adalah anak tidak mau tahu bagaimana kerja keras sang orang tua dalam mencari
nafkah. Ini akan berakibat membesarnya ego anak.
Goal pendidikan
sebenarnya adalah membentuk kemampuan dan kepribadian. Orang tua rela
mengeluarkan berapa banyak biaya hanya untuk membekali kemampuan anaknya.
Misalnya dengan les privat, kursus, sekolah, dan lain sebagainya. Tetapi, kalau
misalnya orang tua diminta untuk mengeluarkan uang dalam rangka membayar SPP
pengajian TPA, apakah mereka ada yang keberatan?
Pendidikan yang paling
pertama dan utama adalah keluarga. Maka, jangan sampai gagal dalam menamkan
pendidikan di lingkungan rumah, terutama menyangkut dengan kemampuan dan
kepribadian.